Monday, February 27, 2012

yaRabbi!!!



Ya Rabb,
Inilah pengakuanku. Aku berzina, terang-terangan dalam penglihatan-MU


Rabbâ
Dadaku dag-dig-dug. Tangan dan tubuhku gemetar. Menantikan peradilan di hadapan-NYA.
Akhirnya malaikat itu datang. MEmbawa catatan amalanku di dunia.
Dibukanya layar
Ditampilkan seluruh aktivitas duniaku. Apa yang terlihat, sungguh membuatku menyesal


Ya Rabb, kenapa mulutku tidak bisa bicara?

Aku dulu selalu melihat wajah tampan lelaki bukan muhrim! Kudengar mata berbicara lantang.
Lalu terlihat di layar, aku sedang melototi wajah-wajah tampan teman chatting, teman facebook, dan semua teman lelakiku.
Malunya aku, Rabbâ

Aku dulu selalu mendengarkan kalimat mesra dari seorang lelaki yang haram bagiku
Kali ini telingaku bicara.
Ya, semasa di dunia aku hanya sibuk bertelepon ria dengan pacarku.
Dia memanggilku ‘sayang’, akupun demikian…
Dia bilang “I love you

Rabbâ
Kenapa semua aktivitasku penuh maksiat?
Kenapa kegiatanku hanya berpacaran?
Kenapa hari-hariku hanya disibukkan dengan nafsu syahwat semata?

Layar itu masih menampilkan rekaman kegiatan harianku.
Yang paling sering muncul adalah wajah seorang lelaki, yang sampai sekarang belum pernah kutemui. Bahkan sampai ajalku menjemput, aku sedang menelepon dia dan sayang-sayangan dengannya.

Lelaki itu..wajahnya sungguh menarik hatiku. Dialah salah satu teman facebook, situs jejaring sosial yang pada waktu ajal akan menjemputku, situs itu yang paling terkenal dan marak digunakan…
Komunikasi di facebook, berlanjut ke sms, lalu telepon. Sekadar mengingatkan untuk sarapan dan makan siang. Setelah itu, semakin intens hubungan kami. Tengah malam selalu menjadi waktu paling menyenangkan bagi kami. “Sayang, aku mencintaimu…�


Ya Rabb..
Sia-siakah hariku? Tiap detik aku menghabiskan waktuku hanya untuk menghubungi dia. Tiap menit aku hanya memikirkannya. Bahkan pada waktu menghadap-MU…aku tak tersentuh oleh ayat-ayat-MU….
Apalah lagi qiyamullail, Rabb. Untuk sekadar bangun subuh saja aku sulit.

Rabbiâ
Malam itu dia meneleponku. Malam kematianku. Seperti biasa, dia menanyakan kabarku, bertanya tentang kuliahku, bertanya tentang keluargaku. Dan hal yang selalu kami lakukan…ia memanggilku ‘sayang’ dan akupun demikian….
Aku sungguh menaruh hati padanya. Aku pun mencintai dia, seorang lelaki yang belum pernah aku temui.


Rabbiâ
Aku mengaku salah.
Aku pacaran dengannya, walaupun kami tak pernah bertemu.
Aku berzina!
Lidahku berzina mengucap sayang padanya tanpa didasari ikatan pernikahan.
Telingaku berzina mendengarkan pujian sayang dan kalimat mesranya padaku.
Mataku berzina melihat foto-fotonya.
Hatiku berzina karena selalu merindukannya.


Rabbiâ
Aku sudah menghadap-MU, dalam su’ul khatimah. Kumohon, sadarkan lelaki itu ya Allah. Jangan biarkan ia mati dalam keadaan seperti itu. Sadarkan ia ya Rabb…

Facebook, semuanya bermula.

Rabb, aku berzina.
Seberapapun kecilnya, aku sudah berzina.
Mataku, telingaku, lidahku, hatiku…..

0 comments:

Post a Comment